Anime | J-Pop | Ayumi Hamasaki | Books | Movie | Game | Music | Soundtrack ----------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2009

Kingdom Hearts - The Complete Timeline

TIMELINE IN KINGDOM HEARTS

SPOILER ALERT!! SPOILER ALERT!!
Disarankan untuk dibaca setelah pembaca menyelesaikan semua seri Kingdom Hearts yang ada terlebih dahulu karena mengandung semua di dalamnya. Termasuk kemungkinan cerita yang siap dirilis di Kingdom Hearts Birth by Sleep.

12 Tahun yang lalu – Master Xehanort dan para muridnya menghilang. Disaat itu pula Keyblade master yang lain mengirimkan ketiga muridnya, Terra, Ven dan Aqua untuk mengejarnya. Dalam pertarungan, Master Xehanort dan murid-muridnya mengalahkan ketiga orang tersebut. Ven mulai membeku dan mata milik Terra mulai berwarna kuning menatap sesuatu yang mirip dengan Kingdom Hearts.

11 Tahun yang lalu – King Mickey mengetahui kejadian tersebut dan menerima Keyblade miliknya sendiri. Saat itu, seorang pria muda hilang ingatan ditemukan di Radiant Garden dan menyebut dirinya Xehanort. Ansem the Wise mengadopsi Xehanort sebagai muridnya, dan Xehanort melatih 5 murid Ansem tersebut, Braig, Dilan, Even, Aeleus dan lenzo.

10 Tahun yang lalu – Ansem the Wise, mempelajari kegelapan dalam Heart yang dimiliki manusia. Dia dan murid-muridnya melakukan eksperiman tentang Heart di kastil milik Ansem, Hollow Bastion. Mereka melakukan tes tersebut dengan tes psikologi yang simpel pada Xehanort yang secara sukarela menjadi bahan percobaan. Hasil tes itu membuat Heart milik Xehanort dimakan oleh kegelapan dan menghasilkan Heartless pertama. Ansem menamakan mereka Heartless karena mereka tidak memiliki emosi seperti manusia normal. Setelah menemukan bahwa Heartless tersebut tertarik pada Keyhole yang dimiliki di tiap dunia, ia membuat mesin di dalam Pabrik Heartless yang mendaur ulang proses pembuatan Heartless tersebut. Untuk membedakan dengan yang asli, ia membuat alat tersebut mengecap Heartless buatan tersebut dengan emblem miliknya yang juga lambang dari Hollow Bastion. Setelah itu, ia mendapat kunjungan dari King Mickey dan menghentikan percobaannya. Tapi ia sendiri justru dikurung oleh para muridnya di Dunia Kegelapan. Untuk melanjutkan percobaannya mengenai Heartless, Keyblade dan para Princess of Heart, para murid tersebut menyerahkan Heart mereka ke kegelapan dan menghasilkan Nobody pertama. Saat itu juga, Organization XIII tercipta dan para anggota baru mulai dikumpulkan. Di luar dugaan, Heartless milik Xehanort juga mendapatkan tubuh manusianya dan ia menyebut dirinya sebagai Ansem.

9 Tahun yang lalu – Maleficent mempelajari tentang Heartless dan mulai menggunakan mereka untuk menguasai Radiant Garden yang menyebabkan Radiant Garden dikonsumsi oleh kegelapan dan hanya menyisakan Hollow Bastion. Ia bergabung dengan Ansem palsu dan merekrut Hades, Jafar, Ursula, Oogie Boogie, Captain Hook dan Pete untuk menemaninya dan menemukan 7 Princess of Heart yang dibutuhkan untuk membuka pintu Kingdom Hearts.

Kingdom Hearts – King Mickey pergi dari Disney Castle dan mengirimkan surat untuk Donald dan Goofy untuk menemukan Keyblade Master. Sora, Kairi dan Riku sedang bekerja membuat rakit untuk bisa pergi dari Destiny Island. Suatu malam, pintu Destiny Island terbuka dan dunia tersebut diserang oleh Heartless. Saat itu, Sora terpilih menjadi Keyblade dan Riku memilih untuk menyerahkan Heart miliknya ke kegelapan dan menggunakan Corridor of Darkness untuk pergi dari Destiny Island. Riku yang muncul di Hollow Bastion bertemu dengan Maleficent yang menghasut dia untuk mencari Princess of Heart. Kairi mulai kehilangan Heart miliknya dan memasuki tubuh Sora.
Sora yang berhasil pergi dari pulau itu terdampar di Traverse Town, lalu bertemu dengan Leon, Aerith dan Cid, dari situ ia mempelajari tentang Heartless. Di tengah perjalanan, Sora bertemu dengan Donald dan Goofy untuk memulai petualangannya mengunci Keyhole tiap dunia agar dunia tersebut aman dari serangan Heartless. Xemnas mendengar bahwa sang Keyblade Master sudah terpilih dan mulai merencanakan untuk membuat para anggota organisasi mendapatkan Heart mereka kembali dan membangun Kingdom Hearts agar dapat menjadi individu yang utuh.
Di Neverland, Sora bertemu dengan Riku dan Kairi dimana Riku memberitahukan kalau ia sudah bisa mengendalikan para Heartless dan Kairi sudah kehilangan heart miliknya. Mereka tiba di Hollow Bastion, dan Riku berhasil mengambil alih Keyblade milik Sora. Sora berhasil mengambil alih Keyblade tersebut dan mengalahkan Riku, namun Riku melarikan diri dan membiarkan Ansem palsu untuk mengambil alih kendali dirinya supaya ia bisa menjadi semakin kuat. Dengan menggunakan 6 Heart yang dimiliki para Princess of Hearts, Riku berhasil memiliki Keybladenya sendiri. Ia bersama Maleficent mempelajari bahwa mereka harus mengalahkan Sora supaya rencana mereka membuka Kingdom Hearts berhasil. Setelah berhasil mengalahkan Maleficent, Riku menggunakan Keybladenya untuk membuka kegelapan di Heart milik Maleficent dan mengubahnya menjadi Maleficent’s Dragon, namun Maleficent berhasil dikalakan. Riku yang sekarang disebut dengan Ansem, memberitahukan bahwa Heart milik Kairi berada di dalam tubuh Sora. Untuk melepaskan Heart tersebut, Riku mencoba melawan Sora namun justru ia malah kalah dan melarikan diri. Sora mengambil Keyblade yang ditinggalkan oleh Riku dan menusuk dirinya supaya Kairi bisa terbangun, tapi setelah itu Sora justru malah berubah menjadi Shadow dan saat itu pula tercipta Roxas dan Namine. Nobody milik Sora, Roxas muncul di Twilight Town dan ditemukan oleh Xemnas. Saat mengetahui bahwa Roxas adalah Nobody milik Sora, Xemnas merekrutnya ke Organization XIII. Namine yang terlahir di Castle Oblivion ditangkap oleh Organization XIII.
Ansem palsu berhasil mengambil alih tubuh Riku dan menyeretnya ke Dunia Kegelapan. Lalu, Kairi berhasil menemukan Shadow Sora dan mengembalikannya ke tubuh asal. Di Hollow Bastion, Sora melawan Xemnas, dan setelah itu Roxas sedang duduk bersama Xemnas di Teluk Kegelapan dan mendengar bahwa ia sangat mirip dengan Sora.
Sora, Donald, Goofy dan Kairi meninggalkan Hollow Bastion dan kembali ke Traverse Town untuk menyusun rencana akhir. Di saat ini pula, Xion, replica yang dibuat dari ingatan Sora diciptakan oleh Xemnas karena ia merasa kalau Sora mungkin kurang kuat untuk mengalahkan Heartless yang cukup dalam proses membuat Kingdom Hearts, dan Xion yang ternyata adalah produk gagal, bergabung di Organization XIII sebagai “Number 14”.
Akhirnya mereka pergi ke End of the World untuk mengalahkan Ansem palsu dan menutup pintu menuju Kingdom Hearts dengan bantuan Riku dan King Mickey di dalamnya. Seluruh dunia yang diambil alih oleh para Heartless berhasil dipulihkan dan Kairi kembali ke Destiny Island sendirian karena Sora harus terpisah lagi.

Beberapa Hari Kemudian – Ansem the Wise berhasil kabur dari Dunia Kegelapan dan menyamar sebagai DiZ agar Xemnas tidak menenukam dirinya. Disaat itu pula, Marluxia dan Zexion mengajukan rencana untuk menggunakan Namine agar ia bisa menyusun kembali ingatan Sora dan Riku supaya mereka bisa digunakan, walau sebenarnya mereka berniat menggunakan Sora untuk mengkhianati organisasi. Xemnas yang menyetujui rencana tersebut mengirimkan Vexen, Lexaeus, Zexion, Axel, Marluxia dan Larxene ke Castle Oblivion.
Dalam perjalanannya, Sora, Donald dan Goofy bertemu dengan Pluto yang membawa surat dengan cap Disney Castle dan mereka mengejarnya hingga di Castle Oblivion. Saat ini pula, Roxas melihat wajah Xion untuk pertama kali dan heran mengapa Xion bisa menggunakan Keyblade.
Riku yang berhasil keluar dari Dunia Kegelapan pergi menuju Castle Oblivion dan disana ia dipandu oleh DiZ yang menyamar sebagai Ansem palsu agar Riku mau menurutinya. Zexion, Lexaeus dan Vexen menciptakan Riku Replica untuk membantu mereka menemukan alasan mengapa Marluxia dan Larxene berniat untuk menghancurkan Organisasi. Axel yang sudah mengetahui rencana tersebut, mengkhianati Marluxia dan Larxene dengan melepaskan Namine. Saat dikalahkan oleh Riku Replica, Sora diselamatkan oleh Namine dan memberitahukan bahwa ia dipaksa untuk mengutak-atik ingatan Sora. Namine mengatakan bahwa ia bisa mengembalikan ingatan mereka kalau bisa mengalahkan Marluxia dan pergi ke lantai 13. Akhirnya, Sora berhasil mengalahkan Marluxia dan memasuki Sleeping Pod agar ingatannya bisa dipulihkan. Dalam proses ini, Roxas mulai koma dan bermimpi tentang Sora.
Di saat yang bersamaan, Riku berhasil mengalahkan Lexaeus dan King Mickey berhasil dikeluarkan dari Dunia Kegelapan oleh DiZ dan dibawa ke Castle Oblivion untuk membantu Riku. Mereka terus naik ke atas hingga bertemu dengan Zexion dan mengalahkannya. Zexion yang berhasil kabur bertemu dengan Axel dan Riku Replica, dimana Axel malah menghasut Riku Replica untuk menghabisi Zexion.
Akhirnya DiZ menampakkan dirinya ke Riku dan menjelaskan bagaimana dia dan Namine mencoba untuk menolongnya. Lalu Riku memlih untuk melawan Ansem palsu dan mengalahkannya supaya Riku bisa mengendalikan kegelapan dalam Heart miliknya. DiZ memberikan Riku dan King Mickey jubah Organization XIII untuk menyamar dan berharap agar mereka bisa mengatasi orang-orang yang menghalangi proses pemulihan ingatan Sora.

25 Hari Kemudian hingga 333 Hari Kemudian – Roxas terbangun dan seluruh Organisasi menerima informasi kalau seluruh grup di Castle Oblivion sudah dihabisi. Riku, King Mickey, Namine dan DiZ meninggalkan Castle Oblivion di depan anggota yang tersisa, Axel, dan ia kembali ke The World that Never Was.
Roxas berhasil menemukan Xion yang menghilang karena depresi yang disebabkan mengapa Xion tidak bisa menggunakan Keyblade lagi. 21 hari kemudian, DiZ dan Namine mundur dan bersembunyi di Twilight Town. Saat Xion berhasil menggunakan Keyblade lagi, Xion melawan Riku dan kalah, setelah itu Riku melihat muka Xion dan terkejut. Beberapa hari kemudian, Xion dikalahkan oleh Heartless dan pingsan beberapa hari. Namine menyadari kalau ingatan Sora tidak dipulihkan karena Xion mulai terhubung dengan ingatan Roxas. Setelah itu, Xion pergi ke Castle Oblivion bersama Axel dan mempelajari asal mula mengapa ia bisa lahir dan kabur dari Organisasi. Di saat yang bersamaan, Namine memberitahukan Riku bahwa cara satu-satunya membangunkan Sora adalah dengan menggabungkan Roxas dengan Xion sesuai dengan rencana Xemnas agar ia bisa menciptakan Sora Replica yang sebenarnya.
20 Hari kemudian, ingatan Xion mulai kabur dan ia pingsan, lalu ia ditolong oleh Riku dan dijelaskan tentang Sora. Mereka berdua bekerja sama untuk membangunkan Sora. 22 Hari kemudian, Roxas dan Axel pergi ke Castle Oblivion untuk mencari anggota palsu yang muncul (Riku) dan Xion atas perintah Saix, namun Roxas malah pingsan dan dibawa Axel ke Twilight Town. Di sana, Riku dan Xion muncul di hadapan Roxas dan Axel. Xion berhasil ditangkap oleh Axel dan dibawa kembali ke markas. Di saat ini, proses pemulihan ingatan Sora mulai melambat.
Saat Roxas terbangun 40 hari kemudian, Saix berniat untuk membuat Xion dan Roxas bertarung satu sama lain, namun mereka berhasil dihentikan oleh Axel. Saat ini, proses pemulihan ingatan Sora benar-benar terhenti. DiZ memerintahkan Riku untuk menemukan Roxas secepat mungkin.
Esoknya, Xion berhasil mengalahkan Xigbar dan kabur. Disana, ia bertemu lagi dengan Riku dan membuat keputusan penting. Xion ingin menjadi sesuatu daripada Replica yang tidak sempurna, dan untuk itu ia harus bergabung dengan Roxas. Xion pergi bertemu Namine dan mengucapkan selamat tinggal. Semua anggota Organisasi mengetahui tentang Replica Project dan siapa sebenarnya Xion. Di saat ini, Riku bertemu dengan King Mickey, dan ia meninggalkan Sora untuk dijaga oleh King Mickey.
Hari esoknya, Roxas melarikan diri dari Organisasi. Namun Xion yang kabur berhasil ditemukan oleh Axel dan dibawa pulang. Xion yang sudah sangat mirip dengan Sora, akhirnya bertarung dengan Roxas dan Xion kalah sesuai yang sudah direncanakan. Ia mengatakan pada Roxas untuk melepaskan Kingdom Hearts dan iapun menjadi satu dengan Roxas. Roxas yang dalam kemarahan besar, mulai membawa 2 Keyblade dan bertarung dengan Riku. Namun Roxas kalah dan dibawa ke hadapan DiZ. Disini, DiZ menciptakan Twilight Town palsu berdasarkan data dan menaruh Sora di dalamnya.

Kingdom Hearts II – Selama 5 hari, Roxas tinggal di Twilight Town palsu sebagai orang biasa. Namun selama itu, seringkali ia mengalami mimpi tentang pengalamannya sebagai Sora. Perlahan, Namine mulai mengkonstruksi ingatan Sora dengan mengambilnya dari Roxas. Axel yang berhasil menemukan Roxas mulai menjelaskan tentang masa lalu dan siapa ia sebenarnya, namun DiZ berhasil menghasut Roxas untuk menghiraukannya. Akhirnya Roxas pergi ke mansion dimana Namine dan DiZ sudah siap segala sesuatunya. Dalam perjalanan, Axel mencoba untuk menyeret Roxas kembali, namun Roxas berhasil mengalahkan dan meneruskan perjalanan ke ruangan dimana Sora tertidur. Lalu DiZ muncul di hadapan Roxas dan menjelaskan bahwa ia sebetulnya hanyalah Nobody dan harus kembali ke tubuh Sora. Dengan pasrah, Roxas menyerahkan diri ke hadapan Sora dan Sora terbangun.
Sora, Donald, Goofy dan Jiminy terbangun namun mereka tidak memiliki ingatan apapun di Castle Oblivion. Di depan Stasiun, King Mickey bertemu dengan mereka dan menyuruh mereka pergi ke menara milik Master Yen Sid. Yen Sid menjelaskan tentang Nobody dan Organization XIII, dan menyuruh Sora untuk mengganti bajunya. Setelah itu mereka pergi ke Twilight Town menggunakan Gummi Ship yang sudah diambil oleh Yen Sid dan bertemu dengan Axel yang menjelaskan bahwa ia sudah menculiknya dari Destiny Island, namun Kairi justru malah kabur ke Twilight Town menggunakan Door to Darkness yang dibuka oleh King Mickey. Axel berhasil menculiknya kembali dan membawanya ke the World that never was. Mereka juga bertemu dengan Saix yang memberitahukan bahwa Axel tidak mengikuti perintah Organisasi lagi.
Setelah itu, mereka kembali ke Hollow Bastion dan bertemu lagi dengan King Mickey yang menjelaskan tentang Ansem the Wise, Xehanort, Ansem palsu yang ternyata adalah Heartless dari Xehanort dan Xemnas yang ternyata juga Nobody dari Xehanort. Di saat itu pula, Maleficent yang berhasil hidup kembali karena menggunakan kekuatan terakhirnya, mengirimkan ribuan Heartless untuk menginvasi Hollow Bastion dan Organization XIII mengirimkan Nobody untuk melawannya. Namun para Heartless akhirnya menyadari bahwa Maleficent tidak lagi kuat dan mereka berpihak dengan para Nobody dan Organization XIII. Axel menyadari bahwa Organisasi menjadi tidak sehat dan ia memutuskan untuk membantu Sora dan melawan keinginan Organisasi.
Dengan penuh perjuangan, akhirnya Sora, dkk. Berhasil mengalahkan Demyx dan Xaldin. Riku, yang menyamar sebagai salah satu anggota Organisasi memberikan Sora, dkk, foto yang menunjukkan Roxas, Hayner, Pence dan Olette bersama.
Sora memutuskan untuk kembali ke Twilight Town untuk menemukan siapa Roxas sebenarnya. Mereka pergi ke Mansion dan menggunakan komputer di dalamnya untuk memasuki Twilight Town palsu. Axelpun mengorbankan hidupnya untuk membantu mereka pergi ke The World that Never Was. Di dalam, Sora mendapat penghilatan tentang Awakening dan bertarung dengan Roxas.
Ansem the Wise yang menyadari kalau Xemnas hampir mencapai tujuannya membangun Kingdom Hearts, menyusup ke dalam kastil milik Organisasi. Ia bertemu dengan King Mickey dan bersama-sama menggunakan alat untuk menghancurkan Kingdom Hearts buatan Xemnas. Disaat itu, Namine berhasil membebaskan Kairi dari penjara, namun mereka dihentikan oleh Saix. Riku yang masih dalam bentuk Ansem palsu, membebaskan Namine dan Kairi dari Saix, lalu mereka berniat utnuk mencari Sora.
Setelah berjuang keras, akhirnya Sora, dkk berhasil mengalahkan Xigbar, Luxord dan Saix. Mereka bertemu dengan Ansem the Wise dan King Mickey yang masih mencoba menghancurkan Kingdom Hearts. Namun alat tersebut meledak dan membunuh Ansem, yang menyebabkan Kingdom Hearts tersebut rusak dan melepaskan semua Heart yang terkumpul dan menghasilkan jutaan Heartless. Saat itu pula, Roku kembali ke bentuk aslinya dan Ansem palsu hancur untuk selamanya.
Maleficent dan Pete pergi ke kastil dan membantu Sora, dkk dengan menahan serangan jutaan Heartless tersebut. Xemnas akhirnya dikalahkan oleh Sora dan menghilang. Namun pintu menuju Kingdom Hearts muncul dan mereka harus memasukinya untuk menghabisi Xemnas.
Namine membuka Portal menuju Destiny Island, lalu Namine menjadi satu dengan Kairi. Saat mereka semua sudah masuk, mereka menyadari bahwa Xemnas masih hidup dan mereka harus melawannya untuk terakhir kali. Xemnas berhasil dikalahkan dan mereka terjebak di Teluk Kegelapan sambil berbincang-bincang. Saat itu, Pintu Cahaya terbuka dan mereka memasukinya lalu tiba di Destiny Island dan disambut oleh Donald, Goofy, King Mickey dan Kairi. Beberapa waktu kemudian, King Mickey kembali ke kastilnya dan mengirimkan Sora, Riku dan Kairi surat dalam botol. (Hatta Matsuda)

Kingdom Hearts - Mickey Mouse

Kingdom Hearts - MICKEY MOUSE


“Riku, don't let go of yourself just because darkness has a hold on you. Fight the darkness inside you! It won't be easy... But don't forget! Even in the darkest darkness, there's always a little light.”


Mickey Mouse, yang biasa dipanggil The King adalah raja dari Disney Castle. Ia adalah karakter paling kuat dalam Kingdom Hearts dan muncul di semua seri KH, termasuk yang akan rilis nantinya, Birth by Sleep.
Dalam cerita Timeless River, diceritakan ia adalah tikus biasa yang bekerja di kapal uap milik Pete saat pembangunan Disney Castle, sebelum akhirnya ia diangkat menjadi raja. Lalu, ia berguru pada Yen Sid, dan kurang lebih 12 tahun lalu, ia mendapatkan keybladenya sendiri secara misterius dan ia melihat pertarungan antara Terra, Ven dan Aqua dengan Master Xehanort dan muridnya, sampai iapun memutuskan untuk membantu mereka.
Mickey adalah penemu Gummi Ship dan orang pertama yang menyadari kalau kegelapan sudah menyebar di seluruh dunia dan keberadaan organisasi lain yang bisa mengancam. 10 tahun lalu, ia sengaja pergi ke Hollow Bastion hanya untuk menemui Ansem the Wise, supaya percobaan tentang Heartless yang dilakukan oleh Ansem the Wise bisa dihentikan sesegera mungkin, dan upaya itu berhasil.
Setelah itu, ia memutuskan untuk pergi diam-diam dari kehidupan kerajaan dan meninggalkan surat untuk Donald dan Goofy dengan harapan mereka bisa mendampingi sang pemegang Keyblade yang lain. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Riku saat melewati Corridor of Darkness menuju Traverse Town. Mereka berpisah sementara, lalu di akhir Kingdom Hearts, Ia dan Riku memutuskan untuk tinggal di dunia kegelapan demi menyegel Kingdom Hearts selamanya.
Namun DiZ (Ansem the Wise), berhasil mengeluarkan King Mickey dari dunia kegelapan sementara Riku harus berjuang sendirian melewati Castle Oblivion. Oleh karena itulah, Mickey hanya bisa membimbing Riku menggunakan hologram yang dipancarkan dengan kekuatannya. Pada akhirnya, Mickey berhasil membuat Riku melepaskan kegelapan yang ia miliki dan bekerjasama dengan DiZ dalam proses mengembalikan ingatan Sora yang dikacaukan oleh Namine.
Di KHII, Mickey sering sekali membantu Sora dan muncul diam-diam dalam pakaian Organization XIII karena masih takut ketahuan. Walau pada akhirnya, Mickey melepaskan kostum tersebut dan menemani Sora, menjelaskan segala sesuatu yang ia ketahui, dan membantunya langsung hingga akhir. Setelah Xemnas dikalahkan, Mickey kembali ke Disney Castle bersama dengan Donald, Goofy, Scrooge McDuck, Huey, Dewey, and Louie, Pluto, dan Jiminy untuk kembali memerintah bersama Queen Minnie.
Dalam KH, Mickey hanya muncul di akhir game dalam kostum originalnya yang secara anehnya di CoM, ia kembali mengenakan seragam khususnya. Di KHII, King Mickey seringkali muncul dalam pertarungan saat Sora dikalahkan oleh musuh. Saat digerakkan, ia hanya bisa menggunakan serangan Attack dan Pearl, sejenis sihir yang menembakkan cahaya ke arah musuh. Ia menggunakan Drive Gauge yang mengaktifkan Healing Command untuk memulihkan kondisi Sora, lalu menghilang lagi. Sejauh ini, ia mempunyai 2 Keyblade, pertama adalah Star Seeker yang ia dapatkan pertama kali, lalu versi pengembangannya, Kingdom Key D yang berwarna terbalik dari milik Sora namun sangat kuat.
Sebetulnya dalam konsep pembuatan game ini pertama kali, Mickey direncanakan sebagai tokoh utamanya. Namun karena masalah hak cipta dengan Disney, maka Sora menggantikannya dengan mengenakan atribut khas Mickey, sarung tangan putih, celana pendek merah, sepatu kuning besar. (Hatta Matsuda)

Kingdom Hearts - Donald Duck

Kingdom Hearts - DONALD DUCK

“Well, you know... All for one and one for all.”

Donald termasuk salah satu dari 3 tokoh utama KH bersama dengan Sora dan Goofy. Ia sendiri sering bertingkah konyol, tidak suka berpikir panjang, dan pemarah. Donald sendiri merupakan Court Magician di Disney Castle, dan merupakan pacar dari Daisy Duck, teman akrab dari Queen Minnie. Donald dikenal sangat loyal terhadap kerajaan dan akan membantu sang Raja, sesulit apapun misi tersebut.
12 tahun lalu, ia masih menjadi sahabat setia King Mickey dan selalu menemani saat Mickey sedang latihan bersama Master Yen Sid yang sangat ia hormati. Di Kingdom Hearts, ia berniat melakukan rutinitas harian mengunjungi King Mickey. Ia langsung kaget karena hanya menemukan Pluto yang memberikannya surat dari King Mickey. Surat tersebut memerintahkan Donald dan Goofy untuk mencari sang pemegang Keyblade
Lalu ia dan Goofy pergi ke Traverse Town dan bertemu dengan Riku yang sudah dikuasai oleh Maleficent. Sebetulnya Riku ingin agar bisa ikut dengan Donald, namun karena Donald sendiri adalah penyihir kerajaan, ia bisa merasakan kekuatan kegelapan dalam diri Riku dan menolaknya mentah-mentah. Lalu Donald dan Goofy bertemu dengan Sora secara tidak sengaja dan langsung mengajak Sora bertualang bersama.
Saat Sora sedang putus asa apakah ia bisa bertemu lagi dengan Riku dan Kairi, Donald lah yang memaksanya untuk tersenyum dan meyakinkan Sora bahwa jika mereka bersama pasti bisa menemukannya. Sebetulnya Donald tidak mengetahui apakah perjalanan mereka bisa membantu Sora menemukan Riku dan Kairi atau tidak. Namun ia terpaksa berpura-pura di depan Sora hanya untuk melaksanakan misi dengan harapan bisa bertemu dengan King Mickey. Sepanjang perjalanan, Sora dan Donald sering kali bertengkar karena beda pendapat.
Dan puncaknya, saat hak kepemilikan Keyblade milik Sora direbut Riku di Hollow Bastion, Donald masih ragu antara ingin membela Sora atau Riku. Namun demi misi, iapun mengikuti Riku, sementara Goofy yang masih setia membela Sora. Akhirnya, Donald rela menanggalkan misinya dan meminta maaf pada Sora karena telah meninggalkannya. Karena hal inilah, Heart milik Sora menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan gelar Keyblade Master berhasil Sora dapatkan kembali.
Di akhir game, ia berhasil bertemu lagi dengan King Mickey walau harus berpisah. Oleh karena itu, Donald dan Goofy melanjutkan perjalanan mereka kembali. Perjalanan di Castle Oblivion, dan tertidurnya mereka selama setahun untuk mengembalikan ingatan, hingga akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan King Mickey di Radiant Garden. Mickey memerintahkan Donald, Goofy dan Sora untuk mencari Riku dan Kairi dan membiarkan serangan para Heartless tersebut. Namun karena tidak tega, dan Sora sendiri masih ingin membantu Leon dan yang lainnya. Akhirnya Donald dan Goofy ikut melanggar perintah Mickey sambil meminta maaf.
Sebagai penyihir kerajaan, Donald bertarung menggunakan sihir. Dan ia memiliki petir sebagai elemen utamanya. Pastinya, seluruh magic yang ia miliki, juga tidak akan jauh-jauh dari yang sudah Sora pelajari dalam perjalananya. Ia bersenjatakan Rod yang ditutup topi Black Mages yang menjadi salah satu icon FF. (Hatta Matsuda)

Game - Gran Turismo Portable

Gran Turismo

Developer: Polyphony Digital
Publisher: Sony Computer Entertainment
Platform : PSP
Release date : 1 Oktober 2009
Genre : Racing
ESRB : E

830 Mobil dalam genggamanmu!

Gran Turismo Portable sebetulnya sudah masuk daftar game yang akan dirlis bersamaan dengan PSP pada Desember 2004 lalu, namun entah mengapa, proyek ini sempat tidak jelas juntrungannya. Akhirnya, Sony mengumumkan bahwa mereka siap merilis konsol ini sebagai game pengantar PSP Go, dan Sony merealisasikannya!
Saat memulai permainan, kamu akan dibuat kaget karena tidak adanya Career Mode. Kamu hanya diberikan Time Trial, Single Race, Drift Trial, Car Selection dan Track Selection. Disinilah kemampuan menjelajah pemain ditantang, pemain bisa memilih sirkuit dan mobil yang diinginkan, lalu mencari Credit berdasarkan tingkat kesulitan, performamu dalam balapan dan jumlah lap yang kamu pilih. Credit ini berguna untuk membeli mobil dan memodifikasinya. Cukup disayangkan, ya?
Sebagai pengganti Career Mode, kamu bisa mencoba Challenge Mode yang cukup menantang dengan lebih dari 50 tantangan di dalamnya, dan terbagi dalam 9 tingkat kesulitan. Kamu bisa mengumpulkan medali Bronze, Silver dan Gold yang tentunya akan menambah keasikanmu dalam memainkan ulang game ini terus menerus. Ditambah dengan adanya 830 mobil dalam game ini yang membuat semakin menarik!
Total ada 45 sirkuit dalam game ini, dan lokasinya tersebar di seluruh dunia. Kamu bosan bermain di sirkuit yang gitu-gitu saja? Kamu bisa memainkannya secara reverse (terbalik) untuk mendapatkan kepuasan lebih. Apabila kamu ingin memodifikasi mobilmu dengan turbo, sayap atau lainnya, kamu tak akan menemukannya disini. Yang bisa kamu modifikasi adalah Power, Berat, Aerodinamis, dan lainnya yang bisa diutak-atik di Quick Tune.
Kalau di seri sebelumnya kita disuguhkan dengan daftar penjual mobil lengkap dari awal. Disini kita hanya bisa memilih 4 penjual mobil setelah balapan tiap harinya. Mungkin terkesan acak, tapi begitu kamu memasukinya, semua jenis mobil akan terbuka dan kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan tanpa memperdulikan status license milikmu. Inilah yang membuat kita tertantang untuk terus balapan dan mencari mobil yang kita inginkan.
Sama seperti sebelumnya, GT lebih difokuskan pada permainan single-player, sedikit kekurangan dibandingkan game racing sejenis yang justru malah mengutamakan fitur online. Namun, disinilah letak keunikannya. Pertama kalinya dalam seri GT. Fitur Ad-Hoc yang disediakan membuat para pemain bisa saling bertukar koleksi kendaraan yang mereka punya untuk melengkapi koleksi. Selain itu, kamu bisa balapan hingga 4 pemain dalam 1 jaringan Ad-Hoc yang sama.
Dari segi grafis, patut diakui bahwa grafik game ini sangat superb. Sedikit mirip dengan GT4, namun lebih kecil resolusinya. Untuk musik, tidak bisa dikatakan membosankan, musiknya cukup menarik, mulai dari genre Jazz hingga Rock yang menemanimu balapan bisa kamu temukan disini. Bosan dengan musik yang ada? Kamu bisa memainkan koleksi MP3 yang disimpan dalam Memory Stick setelah fitur rahasia ini terbuka.
Dari segi kontrol, pastinya kamu akan merasakan bahwa sedikit mirip dengan versi konsolnya. Nyaman dan tentu saja terkesan realistis, sebab setiap mobil yang kamu mainkan, bisa jadi kamu harus menekan X lebih lama untuk meningkatkan kecepatan, atau harus menekan X langsung untuk berganti gigi secara otomatis. Secara keseluruhan, Gran Turismo Portable sangat layak dimiliki dan dimainkan! (Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game - Cooking Mama 3

Cooking Mama 3: Shop & Chop

Developer: Taito Corp
Publisher: 505 Games
Platform : Nintendo DS
Release date : 27 Oktober 2009
Genre : Simulation
ESRB : E

Mari memasak, bersama MAMA!

Nampaknya sang Mama memang tidak cocok untuk bercocok tanam setelah sebelumnya ia aktif dalam Gardening Mama. Karena akhirnya sang Mama memutuskan untuk kembali ke dapur dan memasak bersama kita dalam sekuel terbarunya, Cooking Mama 3 : Shop & Chop.
Masih sama seperti sebelumnya dimana kita diharuskan untuk memasak beragam menu dari seluruh dunia dengan menggunakan stylus untuk memotong sayuran, memecah telur, atau memarut lobak sambil dipandu sang Mama. Gameplay di game juga begitu, kalau kita memasak tidak sesuai dengan ketentuan Mama, maka ia akan marah dan mengurangi skormu.
Kali ini, akan ada sekitar 80 menu baru, lebih dari 200 minigame memasak dan tentu saja kamu masih bisa berkompetisi melawan teman-temanmu menggunakan fitur Wi-Fi NDS. Dan dikatakan ada 3 mode baru bernama Let’s Match, Let’s Shop dan Cooking Contest.
Dalam Let’s Match, kamu akan ditantang untuk memilih bahan-bahan memasak dari daftar, dan menggunakan langkah-langkah yang sebelumnya sudah kamu pelajari untuk membuat resep baru. Sangat menarik mengingat di era ini, banyak diantara kita yang jarang ke dapur untuk memasak makanan yang berbeda.
Mode Let’s Shop adalah hal baru dalam game ini, dimana kali ini Mama harus memasak dan ia tak sempat untuk berbelanja bahan yang dibutuhkan. Kamu harus membantunya dengan pergi ke Supermarket dan mengambil semua bahan yang dibutuhkan oleh Mama. Tentu saja, pastinya Mama akan marah apabila waktu yang diberikan sudah habis dan kamu lupa bahan apa saja yang dibutuhkan oleh Mama.
Dan ada juga Cooking Contest yang mengharuskan kita untuk memasak dalam waktu yang terbatas dan melawan teman untuk membuktikan siapakah yang layak menjadi koki tercepat. Kamu bisa melawan hingga 3 teman untuk mengalahkan skor tertinggimu menggunakan Wi-Fi NDS.
Dalam trailer terbaru yang dikeluarkan oleh Taito dan Majesco, kali ini mama akan bisa berbicara dan ada jalan cerita sendiri, tidak seperti prekuelnya dimana kita hanya memasak dan memasak sambil ketakutan dimarahi oleh sang Mama.
Walau ada banyak fitur baru, namun sepertinya masih cukup membosankan seperti Cooking Mama sebelumnya. Grafik yang masih berwarna-warni dan desain yang cute juga sepertinya kurang mendukung. Harusnya Mama tidak kembali ke dapur lagi deh, lebih baik mencoba merapikan kamar atau mencuci baju saja (Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game rekomendasi :
Cooking Mama 2: Dinner with Friends (NDS)
Gardening Mama (NDS)
Science Papa (NDS)

Game - Scribblenauts

Scribblenauts

Developer: 5TH Cell
Publisher: Warner Bros.
Platform : Nintendo DS
Release date : 15 September 2009
Genre : Word Puzzling Adventure
ESRB : E

Asah kemampuan Bahasa Inggrismu!

Scribblenauts merupakan game Puzzle Adventure yang sangat unik, dimana untuk menyelesaikan tiap Puzzle, kita tidak dipaksa untuk menggeser bola melewati halangan yang ada, ataupun menghitung secara matematis yang aneh-aneh, tapi kita akan menggunakan kekuatan dari kata-kata untuk menghasilkan barang yang membantumu menyelesaikan puzzle!
Game ini terbagi menjadi beberapa mode, diantaranya yaitu Adventure, Level Editor, Extra Levels dan Ollar Store. Dalam mode Adventure, kita akan memasuki dunia Maxwell dan menjelajahi dunia. Dan uniknya, satu stage tidak akan sama persis, karena kamu bisa mencoba Action Mode ataupun Puzzle mode. Dalam Action Mode, kamu akan menggerakkan Maxwell menggunakan stylus, dan gunakan D-Pad untuk menggerakkan kamera.
Di area, kamu harus mengumpulkan Starite untuk berpindah ke stage berikutnya. Banyak hal unik yang bisa dilakukan Maxwell disini, seperti mengambil palu dengan mengetuk stylus dan menggunakan palu tersebut untuk menghancurkan tembok dengan mengetuk tembok tersebut. Ia juga bisa menaiki mobil, mengendarai pesawat, menggali tanah dan berenang, semua itu kamu gunakan dengan touch screen.
Seiring perjalanan, kamu akan bisa menggunakan Magnifier Mode untuk mengidentifikasi barang apa yang ada di depanmu. Semakin kompleksnya, nanti kita bisa menggunakan lem untuk menempelkan barang ke lingkungan, bahkan kita bisa menuliskan kata-kata untuk memunculkan barang atau menaruhnya di lingkungan sekitarmu! Sangat unik!
Dalam Puzzle Mode, kita harus menyelesaikan puzzle yang diberikan oleh game ini. Cara menyelesaikannya pun unik, seperti kamu harus menuliskan kata “FOOD” hanya untuk memunculkan bahan makanan yang diinginkan sang koki. Atau memasukkan bola ke dalam kotak, dan nantinya kita harus memilih interaksi apa yang akan dilakukan oleh Maxwell. Dalam level action, ada juga tempat dimana kamu tak akan bisa mencapai tempat tinggi, oleh karena itu, gunakan kata “STAIR” untuk memunculkan tangga dan naik ke atas.
Dalam Level Editor, kamu bisa mengedit stage yang sudah kamu selesaikan dan buat puzzlemu sendiri untuk dipecahkan bersama teman-temanmu di Extra Levels. Sedangkan untuk Ollar Store, kamu bisa membeli Songs ataupun Avatar karaktermu dengan menggunakan Merit yang kamu dapatkan saat menyelesaikan Adventure Mode.
Musik di game ini sangat catchy dan terkesan modern. Dari segi grafis juga game ini bagus dan sangat berwarna-warni. Scribblenauts merupakan game puzzle adventure unik yang mengharuskan kita mendalami bahasa Inggris lebih dalam. Tidak percaya? Coba saja mainkan game ini, dan gunakan imajinasimu, lalu pikirkan kata-kata dalam bahasa Inggris untuk memecahkan puzzle yang ada! Namun ingat yah, kamu tidak akan bisa memasukkan kata-kata kasar ataupun kata yang sudah memiliki hak cipta maupun nama orang. Jadi, gunakan otakmu untuk memecahkan puzzle dari petunjuk yang diberikan dan nama barang yang harus digunakan dalam bahasa Inggris! (Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Rabu, 02 September 2009

Game - Mana Khemia 2: Fall of Alchemy

http://image.com.com/gamespot/images/bigboxshots/7/945027_99893_front.jpg

Mana Khemia 2: Fall of Alchemy


Developer: GUST
Publisher: NIS America
Platform : Sony PS2
Release date : 25 Agustus 2009
Genre : Traditional RPG
ESRB : T

Menyelamatkan Al-Revis dari kehancuran

Cerita dari game ini berkisar 15 tahun setelah jatuhnya dataran mengapung yang menopang sekolah Al-Revis. Karena berkurangnya jumlah Mana di dunia, sekolah tersebut jatuh ke tanah yang lebih rendah. Sekarang, reputasi sekolah tersebut mulai jatuh karena berkurangnya Alchemist berbakat. Untuk membantu Al-Revis, maka para tokoh utama harus berjuang mengembalikan kejayaan sekolah tersebut.

Tokoh utama dari game ini adalah Razeluxe Meltzen dan Ulrika Myberg, dimana kita bisa memilih salah satu dari mereka pada awal permainan. Raze adalah anak yang tidak terlalu tertarik pada Alchemy, namun ia dipaksa ke sekolah oleh anak perempuan tempat ia bekerja. Raze sendiri memiliki sedikit trauma pada Mana karena masa lalunya. Sedangkan Ulrika sendiri adalah gadis yang ingin menjadi Alchemist, ia memiliki telur mana yang dimiliki saat ia kecil dan ia ingin melihatnya menetas.

Berbeda tokoh utama, berbeda jalan cerita dan berbeda pula karakter yang mendampingi mereka. Kalau kita memilih Raze, maka Lily, Whim, Yun, Puniyo dan Et akan bersamanya. Sedangkan kalau Ulrika, maka Chloe, Pepperoni, Enna dan Goto akan menjadi partnernya. Jadi, untuk mendapatkan ‘True Ending’, kamu harus menamatkan keduanya.

Gameplay dalam game ini masih sedikit sama dengan prekuelnya. Kita harus memainkan 3 bagian, diantaranya adalah Belajar, Free Time dan Event. Saat belajar, kita harus menyelesaikan quest yang diberikan oleh guru dan mendapatkan nilai ujian yang baik. Sedangkan Free Time adalah saat dimana kita bisa melakukan pekerjaan paruh waktu dan quest karakter. Event adalah bagian cerita dari game ini berlangsung.

Sistim eksplorasi dungeon juga masih sama, kita akan bertualang menjelajah dungeon dan bertarung melawan monster secara turn based. Bedanya, kali ini kita tidak akan melakukan kegiatan seperti memotong rumput atau menghancurkan tong seperti sebelumnya. Hal inilah yang membuat game ini jadi terasa kurang seru. Sebelum memulai pertarungan, kita akan bertemu dengan monster di map dan saat itu pula kita bisa memencet tombol-tombol yang muncul sehingga membuat kita mendapatkan keuntungan-keuntungan saat battle.

Mini game seperti memancing, menambang, maupun bercocok tanam juga masih ada. Dan dari kegiatan itulah kita bisa mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat item baru dalam Alchemy. Untuk meningkatkan status dan skill karakter, juga ada sistim Grow Book yang mirip dengan Sphere Grid di FFX.

Musik di game ini masih dikomposisi oleh Ken Nakagawa dan Daisuke Ichiwa yang setia mengkomposisi musik untuk game milik Gust. Grafik dalam game ini juga masih sama seperti prekuelnya dan tidak mengalami peningkatan. Untuk versi USnya, bersiaplah untuk sedikit stress mendengarkan voice actingnya yang kurang begitu baik. Yah, secara keseluruhan, game ini masih baik untuk dimainkan deh. Mengingat minimnya RPG yang sekarang dirilis untuk konsol PS2.

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game - Professor Layton and the Diabolical Box

http://www.videogamesblogger.com/wp-content/uploads/2009/06/professor-layton-and-the-diabolical-box-ds-boxart.jpg

Professor Layton and the Diabolical Box

Release Date : 24 Agustus 2009
Publisher : Nintendo
Developer : LEVEL5
ESRB : E+10
Genre : Adventure/Puzzle dan Interactive Novel

Asah otakmu, Professor Layton!

Layton Kyoju to Akuma no Hako sebetulnya sudah dirilis pada tanggal 29 November 2007 lalu di Jepang. Game pertamanya, Professor Layton and the Curious Village menjadi best-seller dan terjual jutaan kopi dimana-mana, namun entah mengapa LEVEL-5 baru berniat melokalisasikan sekuelnya ini setelah sekian lama.

Game ini menceritakan tentang petualangan Professor Hershel Layton dan muridnya, Luke. Bersetting beberapa waktu setelah kejadian di Curious Village, Layton dan Luke berniat untuk menemui gurunya Layton, Andrew Schroeder. Schroeder sebelumnya mengirimkan surat tentang kotak misterius yang akan membunuh siapapun yang membukanya. Namun setibanya disana, Schroeder sudah terbunuh secara misterius. Disana, Inspector Chelmey (kalau kamu pernah main game sebelumnya, pasti mengenal dia) datang untuk memeriksa. Namun Layton dan Luke sendiri diam-diam sudah mengantongi tiket kereta milik Schroeder. Mereka menaiki kereta itu, Molentary Express dan mengunjungi lokasi tujuan dengan harapan dapat memecahkan misteri di balik kematian Schroeder dan kotak misterius tersebut. Sepanjang perjalanan, Layton dan Luke akan bertemu dengan Inspector Chelmey, Flora Reinhold yang mengikutinya dari Curious Village dan rival utama Layton, Don Paolo. Ada juga karakter baru, Anthony, vampire abadi yang memegang kunci dari segala misteri yang terjadi di London dan kekasihnya, Sophia.

Sekuel ini sama seperti sebelumnya, dimana kita mengikuti cerita per chapter, dan menyelesaikan puzzle-puzzle yang diberikan oleh penduduk kota, bahkan juga ada puzzle kunci yang harus kita selesaikan demi meneruskan permainan. Tiap puzzle memiliki paling tidak 3 hint, yang bisa kita buka dengan hint coin yang tersebar di seluruh jalanan, jadi lebih baik di tiap tempat, tunjuk terus stylusmu di tempat-tempat mencurigakan. Selain itu, dibandingkan dengan versi sebelumnya, kita bisa menuliskan Memo untuk menhitung atau mencatat sesuatu saat menyelesaikan puzzle.

Yang baru dari sekuel ini adalah 4 fitur terbaru di dalam The Professor’s Trunk, diantaranya adalah : Mystery Journal, yang mencatat semua misteri yang terjadi saat event dalam game. Unique Camera, dimana kita bisa membuat kamera sendiri. Hamster, untuk merawat hamster yang kita dapatkan. Dan Herb Tea, kumpulan resep teh yang menjadi kesukaan Layton. Semua part tersebut bisa kita dapatkan dengan menyelesaikan puzzle yang ada.

Di dalam secret mode, kita disuguhkan puzzle yang dapat kita download tiap minggunya menggunakan koneksi Wi-Fi, Mystery Journal, Layton Challenges dan Bonus Material yang berisi Character Profile, Audio, Movie dan musik. Bahkan code yang kita dapatkan dari game pertama dan ketiga nantinya, bisa kita masukkan untuk membuka hadiah-hadiah lainnya. Fitur-fitur tersebut sama persis dengan yang ada di prekuelnya.

Grafik dalam game ini menggunakan grafis 2D yang sangat cantik dan, diperlengkapi dengan animasi dan suara karakter untuk memperjelas cerita. Musik dalam game ini dikomposisi oleh Tomohito Nishiura, mulai dari penggunaan orgel, accordion, dentingan piano dan gesekan biola yang bisa membuat kita seolah-olah berada di London jaman dulu, Theme songnya dinyanyikan oleh Salyu, dengan judul Iris ~Shiawase no Hako~

Sekedar tambahan, semua puzzle dalam game ini yang berjumlah 150, dibuat oleh Akira Tago, yang terkenal dengan buku best-sellernya, Mental Gymnastic. Dan pada versi jepangnya ada demo game terbaru Level-5, “Inazuma Eleven” dan side-story khusus berjudul “Professor Layton and the Holiday in London” yang memuat 10 puzzle dan menceritakan petualangan-petualangan sebelumnya saat Layton berada di London.

Bahkan karena populernya game ini, versi animasinya akan segera dibuat dengan judul Professor Layton and Eternal Diva, disutradarai sendiri oleh Masakazu Kubo yang juga menyutradarai serial Pokemon. Rencana movie pertama ini akan dirilis Januari 2010 nanti.

Keseluruhan, game puzzle ini merupakan game yang sangat menarik dan menguras energi untuk berpikir, karena puzzle yang diberikan kadang bisa terlalu mudah, bahkan terlalu sukar!! Namun buat kalian semua penggemar puzzle, game ini bisa menjadi pilihan buat mengisi hari-harimu dengan terus berpikir dan mengasah otakmu agar tidak cepat pikun nantinya.

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game - Nanashi no Game Me

http://media.giantbomb.com/uploads/0/8646/1065565-varna_large.jpg

Nanashi no Game : Me


Developer: Square Enix
Publisher: Square Enix
Platform : Nintendo DS
Release date : 27 Agustus 2009
Genre : Horror
ESRB : T

Pecahkan misteri Game terkutuk!

Nanashi no Game : Me (atau terjemahan bebasnya Nameless Game : The Eye) adalah sekuel dari game horror buatan Square Enix yang sebelumnya rilis di tahun 2008 dan sampai sekarang belum mendapatkan versi lokalisasinya.

Konsep cerita dari game ini nyaris sama seperti sebelumnya, tentang sebuah game RPG misterius yang konon siapapun yang memainkannya akan mati dalam waktu 7 hari (mirip The Ring nih, hanya saja bedanya, kalau di The Ring yang membuat kita mati adalah video, kalau di Nanashi no Game adalah game misterius). Memainkan game di dalam game? Sungguh konsep yang menarik!

Kali ini, si teman si tokoh utama yang kedapatan mati di apartemennya setelah memainkan game tersebut. Si tokoh utama ini secara kebetulan mengetahui bahwa di Keitai (Handphone) miliknya sudah terinstall game tersebut. Akhirnya ia harus berpacu dalam 7 hari untuk menyelamatkan namanya sendiri.

Menurut cerita, semakin lama waktu berjalan, mata kiri si tokoh utama mulai terkena kutukan yang menyebabkan ia bisa melihat hal-hal aneh melalui mata kirinya. Ia bisa melihat sosok putih di pojok ruangan, benda-benda yang sebelumnya tidak nampak, dan bahkan telapak tangan putih di dinding. Kadangkala, si tokoh utama akan melihat sosok gadis kecil yang muncul tiba-tiba dan pergi begitu saja. Mungkin itulah mengapa Square Enix memberi subjudul game ini, The Eye.

Gameplay dalam game ini cukup unik, kita akan memainkan dunia game dan dunia real secara bergantian. Di dunia game, kita akan dihadapkan pada permainan RPG 8-bit dimana kita harus berbicara dengan orang-orang di kota dan memecahkan misteri kutukan tersebut sambil bertualang. Sedangkan di dunia real, kita memainkan game ini dengan format buku, dan kita akan menjalani hari-hari seperti biasa, namun perlahan-lahan layar sebelah kiri kita akan sedikit kabur dan memperlihatkan fenomena supranatural yang tidak lazim.

Grafis dalam game ini lebih halus dari sebelumnya dan untuk menambah kesan horror, Square Enix menyarankan kita untuk menggunakan headset stereo saat memainkan game ini. Mengapa harus dengan headset? Karena dari bantuan alat itulah, kita bisa merasakan suara derit pintu yang terbuka, suara tetesan air dan suara langkah karakter yang membuat suasana semakin tegang. Musik dalam game ini cukup sedikit, namun cukup membuat tegang, itulah kehebatan dari sang composer, Masayoshi Soken (Luis Noma).

Secara keseluruhan, walau game ini masih belum ditranslasikan, tapi game ini sangat menarik untuk dimainkan. Kalau kamu penggemar film dan game horror (terutama dari Asia), mainkan game ini!

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game - Lunar ~Harmony of Silver Star~

http://www.blogcdn.com/www.joystiq.com/media/2009/05/lunar051309.jpg

Lunar ~Harmony of Silver Star~

Publisher: GungHo Works
Developer: Game Arts
Genre: RPG
ESRB: E
Platform: PSP
Released Date: 12 November 2009

Serial Lunar adalah game RPG yang dikembangkan oleh GameArts (yang juga terkenal dengan serial Grandia), dan diport ke US oleh Working Design . Serial pertama game ini, yaitu Lunar : Silver Star dirilis di Jepang pada Juni 1992, dan sekuelnya Lunar: Eternal Blue pada Desember 1994 untuk konsol Sega Mega CD. Game ini sempat diremake ulang untuk konsol Sega Saturn (Juli 1997) dan PlayStation (Mei 1998) dengan embel-embel “Complete” karena selain sudah ditambahkan FMV animasi, voice karakter yang lebih banyak, kualitas grafik yang ditingkatkan dan bahkan dungeon-dungeon dan cerita tambahan yang saling mendukung antara seri pertama dan keduanya. Lucunya, Sega Saturn tidak pernah mendapatkan versi US, karena waktu itu Working Design dan Sega sedang ada masalah. Kali ini, Lunar akan diremake untuk konsol PSP dengan judul Lunar ~Harmony of Silver Star~

Cerita dari Lunar sendiri biasanya mengambil setting di sebuah Bulan yang tak dapat dihuni, atau biasa disebut Lunar maupun Silver Star, yang mengelilingi Planet seperti bumi bernama Blue Star. Ribuan tahun lalu, Blue Star telah dikuasai oleh iblis bernama Zophar. Lalu, dewi Althena hanya mampu menghentikannya dengan mengancurkan hampir seluruh kehidupan di planet tersebut. Karena tak mampu untuk menghidupkannya kembali setelah 1000 tahun, Althena memutuskan untuk mengubah Silver Star menjadi planet yang hampir sama seperti Blue Moon, dan memindahkan penghuni yang bertahan hidup. Banyak penghuni Silver Star yang tak setuju dengan tindakan Althena dan memutuskan untuk membuat area mereka sendiri dan terus menyembah Zophar. Untuk melindungi Lunar, Althena menciptakan 4 naga (merah, putih, biru dan hitam) yang akan membimbing orang-orang yang akan menjadi Dragonmaster untuk memimpin para pahlawan di Lunar. Orang yang layak disebut Dragonmaster adalah orang yang mampu menemukan 4 naga dan melewati semua ujiannya. Silver Star menceritakan tentang Alex, seorang pemuda yang sangat memuja Dragonmaster Dyne dan temannya Luna. Pada suatu saat ia bertemu dengan Nall, si White Dragon yang akhirnya membimbing Alex menjadi Dragonmaster berikutnya.

Gameplay dari remake ini masih sama seperti sebelumnya, dimana kita menggerakkan Alex sebagai karakter utama. Dan nantinya ia akan bertemu karakter-karakter yang akan membantunya. Apabila kamu berada di kota, maka ketiga karakter yang kamu pasangkan di party akan mengikutimu. Sistem battle masih random, jadi kurang begitu mengasikkan. Selain itu juga, kamu bisa juga mengumpulkan Bromide yang tersebar di seluruh dungeon dan town. Bromide ini berisi kumpulan art karakter yang bisa kita lihat.

Fitur yang ditambahkan dari remake ini cukup serius ditangani. Dimana akan ada grafik (desain karakter, sprite dan map) yang didesain ulang, anime movie yang di mastering ulang dan pengisi suara baru. Juga akan ada skenario baru yang lebih menjelaskan tentang asal mula Lunar. Bahkan saat battle juga masih tetap sama, namun saat karakter mengeluarkan skill, animasi yang disuguhkan cukup menarik. Bahkan kamu yang sebelumnya pernah memainkan versi PSX, mungkin akan merasa bahwa ini adalah game yang berbeda.

Lunar terkenal dengan musiknya yang dibuat oleh Noriyuki Iwadare (Grandia, Radiata Stories), desain karakter yang ditangani oleh Toshiyuki Kubouka (The Idolma@ster), penjiwaan karakter yang sangat sempurna untuk si tokoh utama, interaksi NPC yang sangat bervariasi, dan pengisi suara untuk versi USnya yang sangat menjiwai perannya.

Apabila kamu melakukan pre-order untuk versi Jepangnya, maka kamu akan mendapatkan soundtrack limited edition yang berisi 3 aransemen piano dari soundtracknya dan versi baru dari theme songnya “Kaze no Nocturne” (The Boat Song untuk versi Amerika) dan “TSU-BA-SA 2009” (Wings untuk versi Amerika) dan keduanya dibawakan oleh Kyoko Hikami yang juga mengisi suara Luna dan Althena.

Dikatakan bahwa XSEED Games akan melokalisasikan game ini untuk pasar US nantinya. Walau cukup disayangkan itu berarti voice acting yang mengisi versi USnya akan berbeda dengan versi complete yang dulu dilokalisasikan oleh Working Design untuk PSX, padahal milik Working Design sudah cukup baik, loh.

Membicarakan masalah remake, selain versi yang sudah disebutkan di atas, juga ada Lunar Legend untuk GBA. Dan Lunar Genesis (Lunar: Dragon Song) untuk NDS. Well, nampaknya serial Lunar akan terus berada di hati gamer, yah?

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)


Game Rekomendasi :
Lunar 2 ~Eternal Blue~ (PSX)
Crimsongem Saga (PSP)

Game - The Four Warrior of Light ~Final Fantasy Gaiden~

http://media.giantbomb.com/uploads/1/14939/1093953-4holart3_large.jpg

The Four Warrior of Light ~Final Fantasy Gaiden~

Publisher: Square Enix
Developer: Matrix Software
Genre: RPG
ESRB: E
Platform: PSP
Released Date: 29 Oktober 2009

Klasik Fantasy RPG yang Epik!

Hikari no 4 Senshi atau The Four Warrior of Light adalah serial kedua dari Final Fantasy Gaiden setelah Seiken Densetsu: Final Fantasy Gaiden di Jepang. Walau demikian, game ini tidak memiliki hubungan apapun dengan prekuelnya.

Game ini menceritakan tentang Brand, anak berumur 14 tahun yang tinggal di Kingdom of Horun bersama ibunya, Cuore. Suatu ketika, King of Horun memerintahkannya untuk menyelamatkan putrinya, Princess Carino yang diculik oleh Witch of the North. Brand sendiri adalah bocah yang memiliki rasa keadilan tinggi, namun ia sedikit tidak memiliki tata krama seperti bocah pada umumnya. Sepanjang perjalanan, ia akan bertemu dengan Jusqua, teman sebaya Brand yang menanggapnya sebagai rival. Ada juga Unita, prajurit wanita pemula di Kingdom of Horun. Dan Aire, anak kedua dari King Horun yang juga adik dari Carino yang sangat periang.

Gameplay dari game ini bisa dikatakan mirip dengan Final Fantasy umumnya, dimana akan ada random encounter dengan musuh, dan system battle turn-based. Nah, untuk menambahkan ability khusus, kita harus menggunakan equipment tertentu dan memasangnya sebelum battle. Lalu di dalam battle, kita bisa memilih ability yang sebelumnya sudah kita pasang.

4 karakter akan bergabung dengan kelompok, tapi penampilan tiap karakter akan berubah-ubah sesuai dengan senjata dan armor yang dipasang. Ada juga system job dimana pemain bebas memilih class karakter menggunakan Crown System. Saat kita menjelajah map atau kota, waktu akan bergulir dari pagi hingga malam hingga pagi lagi, jadi bersiap-siap saja untuk menunggu saatnya toko buka di pagi hari. Dalam screenshot diperlihatkan bahwa layar bawah akan berisikan menu, jadi kemungkinan kita menggerakkan karakter menggunakan D-Pad seperti biasa.

Desain karakter ini dibuat oleh Akihiko Yoshida yang sebelumnya mendesain ulang karakter untuk Final Fantasy III. Musiknya sendiri dikomposisi oleh Naoshi Mizuta (Final Fantasy XI).

Lagi-lagi Square berhasil mengekspoitasi franchise tersukses mereka. Game ini memiliki musik yang menyenangkan dan grafik yang cukup imut dan cerah. Namun sayang, storylinenya masih bersifat standar. Dimana tokoh utama secara kebetulan diharuskan menyelamatkan sang putri dan mungkin nantinya akan menyelamatkan dunia juga. Namun secara keseluruhan, game ini asik untuk ditunggu kok.

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game Rekomendasi:
Final Fantasy III (NDS)
Final Fantasy IV (NDS)
Final Fantasy Fables (NDS)

Kamis, 09 Juli 2009

Game - Final Fantasy Crystal Chronicles ~The Crystal Bearer~

Preview Wii

Final Fantasy Crystal Chronicles ~The Crystal Bearer~

Release Date : 31 Desember 2009
Publisher : Square Enix
Developer : Square Enix
ESRB : E
Genre : Action Adventure

Petualangan Layle, sang Crystal Bearer!

Final Fantasy Crystal Chronicles adalah sekuel keenam dari serial Crystal Chronicles yang rilis ekslusif untuk konsol Nintendo. Setting cerita FF Crystal Chronicles kali ini berkisar ribuan tahun setelah Crystal Chronicles pertama. Diceritakan bahwa suku Yuke sudah punah akibat perang besar perebutan Kristal berabad-abad lalu. Kali ini, suku Lilty yang merasa dirinya superiorlah yang menguasai seluruh dunia dan membawa dunia ke era sains dan mesin. Di era ini pulalah, muncul adanya ras peranakan baru bernama Crystal Bearer, ras yang memiliki kemampuan mengendalikan Kristal dan ditakuti oleh orang-orang.

Tokoh utama game ini adalah Layle, seorang Crystal Bearer dari suku Clavat dan Althea, seorang putri raja para Lilty, Alexus. Alkisah, Amidatelion, Crystal Bearer dari suku Yuke yang masih tersisa berniat membalas dendam dengan suku Lilty dengan menculik Althea di kapal Alexis II saat kebetulan saja Layle berada disana untuk mengawalnya. Layle yang tak tahu menahu apapun, harus terlibat dalam perang kedua suku ini. Nantinya, Layle dan Althea akan bertemu dengan Keiss, partner Layle dari suku Selkie. Juga Jegran, Chief of Staff dari kerajaan Lilty dan Bell, wanita berambut coklat dari suku Selkie yang selalu membawa kameranya. Dapatkah Layle menyelamatkan Althea dan mendamaikan kedua suku? Ataukah ia harus berpihak kepada salah satu suku nantinya?

Layle sendiri memiliki kemampuan mengendalikan gravitasi yang dimiliki karena ia memikiki kapabilitas seorang Crystal Bearer. Dari trailer yang ditunjukkan, Layle bisa menggunakan kekuatannya untuk menangkat dan melempar berbagai benda dan musuh!! Iya, musuh pun juga bisa dilempar olehnya. Selain itu juga, Layle bisa menggunakan alat berjenis Grappling Hook untuk menjelajahi tempat-tempat tinggi. Ia juga bisa menggunakan cambuk untuk menekan tombol yang digunakan untuk membuka pintu dari jauh, sangat berguna kalau ada pntu yang tombolnya tidak dapat dijangkau secara langsung oleh Layle.

Musuh juga bisa memberikan macam-macam reaksi yang berbeda apabila kamu menyerangnya, apabila kamu menyerang Cactuar dengan serangan berelemen air, maka ia akan membesar. Atau kalau kamu menyerang Bomb dengan elemen api, maka nantinya ia juga akan membesar dan meledak! Wow…. Masih banyak jenis reaksi musuh yang akan bereaksi apabila kamu menyerangnya dengan elemen tertentu.

Bahkan tidak hanya itu, banyak sekali reaksi yang ditunjukkan oleh NPC dan monster. Misal kalau kamu melemparkan tulang ke anjing, maka anjing itu tak akan menyerangmu dan bahkan malah diam di tempat memakan tulang tersebut. Kadang juga beberapa jenis monster akan saling menyukai. Kalau kamu semakin popular dalam petualanganmu, maka para NPC wanita di kota, malah akan mengejar-ngejar kamu seperti layaknya superstar! Tidak menutup kemungkinan apabila kamu semakin terkenal, bisa jadi NPC penjual wanita akan menurunkan harga dan mungkin NPC penjual pria yang sebal dengan popularitasmu malah akan menaikkan harga. Cape dah…

Sistem pertarungan akan berjalan di tempat seperti layaknya game action biasa. Dan konyolnya, game ini tidak mengenal system Experience Point yang digunakan untuk naik level. Layle akan menjadi semakin kuat berdasar equipment yang kamu pakaikan ke dia, jadi, mengumpulkan uang untuk membeli equipment baru akan sangat vital disini. Selain itu, ada kemungkinan beberapa jenis equip akan mempengaruhi pakaian yang dipakai Layle. Lumayanlah, ada juga RPG yang tokoh utamanya mau berganti pakaian sepanjang permainan… Untuk mempermudah petualangan, nantinya akan ada Chocobo yang bisa kamu tunggangi kok, jadi tenang saja!

Grafik dalam game ini terkesan dewasa, tidak seperti FFCC lainnya yang karakternya masih kecil semua. Dari segi kualitas, kelihatan bahwa Square Enix serius dalam membuat game ini, sebab dari screenshot yang nampak, detil dan kualitas event in game sangatlah bagus. Selain itu, FMV yang cukup banyak juga siap kamu tonton sepanjang perjalanan. Musiknya masih dikomposisi oleh composer setia serial FFCC, Kumi Tanioka. Game ini sendiri juga memiliki Voice Acting yang membuat setiap karakter menjadi semakin terasa hidup.

Game yang memakan waktu pembuatan hingga lebih dari 4 tahun ini (diumumkan di E3 2005, dan bahkan majalah game Jepang, Famitsu edisi April 2009 mengatakan bahwa game ini masih 60% proses pembuatan). Walau perubahan fitur multiplayer menghilang dan kembali ke era single player seperti FFCC di GameCube dulu, namun dari kualitas screenshot dan trailer yang diberikan, game ini sangat layak ditunggu nantinya!

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Game - Half-Minute Hero

PREVIEW PSP

Half-Minute Hero

Release Date : Q4 2009
Publisher : XSeed Games
Developer : Marvelous
ESRB : E
Genre : RPG

Selamatkan Dunia dalam 30 Detik!

Sepertinya kamu harus membaca artikel ini dalam waktu 30 detik dari sekarang. Yuph, Half-Minute Hero adalah game super konyol dan sangat cepat buatan Marvelous.

Mengisahkan tentang Raja Iblis yang memiliki spell sihir untuk menghancurkan dunia dalam waktu HANYA 30 DETIK. Kamu sebagai The Hero (dan namanya ini bisa kamu edit nantinya) akan bertualang dalam dunia RPG, meningkatkan level, dan mengalahkan bos hanya dalam waktu 30 detik. Sungguh hal yang tidak bisa dinalar oleh akal sehat saat membayangkan RPG yang normalnya 10 jam lebih, tapi ini semua bisa kamu coba dalam game ini!

Di game ini, ada beberapa mode yang bisa kamu coba, diantaranya adalah Hero 30 yang mirip seperti RPG biasa. Kamu bisa membunuh monster, leveling, mencari uang, mengumpulkan info dari penduduk kota, dan mengalahkan bos. Namun hanya dalam waktu 30 detik saja. Ada juga Devil King 30, sama seperti Hero 30, namun kali ini kamu mengendalikan sang Raja Iblis itu tadi. Dan juga Princess 30, dimana kali ini sang putri ingin mencari obat untuk sang raja, namun ia sendiri malah terjebak di luar dalam waktu 30 detik itu dan harus kembali ke kastil sambil tembak-tembakan dengan musuh ala 2D shooting game. Masih ada juga mode Hero 300, Hero 3, dan Knight 30 yang bisa dibuka dengan menyelesaikan 3 mode awal tersebut.

Tiap mode ini terdiri dari beberapa quest, dimana tiap stage kamu harus menyelesaikan setiap stage dalam waktu 30 detik, dimana 30 detik itu adalah waktu di dalam game (cukup membuat bernafas lega, karena tidak secepat yang kita bayangkan). Nah, kalau kamu memiliki uang, kamu bisa memutar waktu dengan berbicara kepada Goddess of Time.

Grafis dalam game ini back to klasik, namun setiap event, ketegangan saat menyelesaikan tiap quest, justru malah membuat kita tertawa-tawa sendiri dan ketagihan saat memainkannya. Ada beberapa movie dan desain karakter cantik yang menemani kita saat permainan. Musiknya sendiri cukup ear-catchy.

Sebuah ide yang sangat fantastis untuk game handheld dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memainkannya. Game ini sebetulnya sudah dirilis di Jepang akhir Mei lalu, namun XSeed Games bersiap membawa game ini ke US pada Kuartal 4 2009 nantinya. Namun untuk yang penasaran, bisa mencoba versi Jepangnya denga judul Yuusha 30, kendala bahasa tidak akan menyulitkanmu dalam memainkan game ini kok!


Game rekomendasi :
Bishi Bashi Special (PS)
Super Smash Bros Brawl (Wii)
Final Fantasy I (PSP)

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Kamis, 04 Juni 2009

Final Fantasy XIV Announcement!







Tuh trailernya yang ditunjukin ama Square Enix selama pameran E3 2009 kemarin~
Belum aja FFXIII rilis, seri ini udah rilis xD

At SCEA's press conference this morning, the first footage from Final Fantasy XIV was shown. Perhaps as a response to Final Fantasy XIII coming to both the Xbox 360 and PS3 in North America, FFXIV is being developed for the PlayStation 3 and PC.

There's not much in the way of details yet, except that it's an online game, is very pretty, and is due for release next year.

UPDATE: Square Enix has opened the official website for Final Fantasy XIV. The game is the mysterious "next-gen MMORPG" which was first mentioned by producer Hiromichi Tanaka three years ago. It is developed by Tanaka's team, i.e. the creative minds behind Final Fantasy XI. Tanaka is once again serving as producer, while Final Fantasy XI director Nobuaki Komuoto is reprising his role as director. Final Fantasy XIV's art director is Akihiko Yoshida who has previously worked on Final Fantasy XII. Series veteran Nobuo Uematsu returns as composer.

Final Fantasy XIV will take place in the world of Eorzea. The debut trailer shows an aerial battle between tower-like flying machines complete with wings as well as a sea-based confrontation involving a huge serpent, possibly Leviathan.

Final Fantasy XIV will go on sale sometime next year.


Menurut pengakuan sih, siap jual tahun depan, tapi keknya bakal kejadian kek gini deh~
Mundur summer 2012, terus mundur jadi 2013, akhirnya baru rilis winter 2015 besok, GO SQUARE!!!

Hanya satu sayangnya... KENAPA HARUS GAME ONLINE SIH? -__-a

Senin, 11 Mei 2009

Game - Magician’s Quest Mysterious Times



Review NDS
Magician’s Quest Mysterious Times

Release Date : 11 Mei 2009
Publisher : Konami
Developer : Konami
ESRB : E
Genre : Virtual Life

Persis seperti Animal Crossing!

Magician’s Quest adalah game unik seperti Animal Crossing dimana waktu di dalam game berjalan seperti di dunia nyata (tergantung settingan waktu NDS kita tepatnya). Sepanjang tahun, kita akan dihadapkan pada proses belajar mengajar, mengikuti kontes penyihir dan bahkan mengikuti quest-quest yang ada.

Permainan dimulai dengan wawancara terhadapmu, kamu akan ditanyakan Jenis Kelamin, Nama, Tanggal Lahir, menentukan nama sekolah, hingga mengatur penampilanmu sendiri seperti apa. Setelah itu, kamu akan dibawa ke asrama dan langsung menuju ke sekolah sihir. Di sekolah tersebut, kamu akan bertemu dengan murid-murid, belajar sihir, dan tak lupa ujian setiap selesai kelas! (walau begitu, jawabannya bisa kamu contek di layar atas).

Kontrol game ini, sama persis seperti Animal Crossing, kita bisa menggunakan D-Pad, ataupun stylus untuk menggerakkan karakter yang kamu buat sendiri. Hal lain yang meniru AC, setiap toko ada waktu sendiri saat buka dan tutup Lalu, kita bisa memodif kamar asrama kita sendiri sesuai keinginan kita. Dan juga bisa mengubah tampilan rambut, dan bajumu dengan membeli apapun di toko menggunakan Richt (mata uang game ini) yang kamu dapatkan dari quest dan menjual barang-barang yang kamu pungut. Bahkan teman-teman sekelasmu bisa saja membencimu karena kamu tidak perhatian dengan mereka. Lebih parahnya lagi, kamu juga dapat mengambil benda-benda yang kamu temukan di tanah, menangkap ikan, mengumpulkan serangga, dan lainnya.

Selain itu, setiap tanggal-tanggal tertentu, kamu dapat menemukan karakter dari pulau lain yang mungkin akan menantangmu berduel, atau bahkan malah berusaha membeli barang-barang yang kamu miliki dengan harga mahal. Kadang ada juga saat-saat tertentu dimana sesuatu yang aneh terjadi di kota dan kamu harus mengeksplorasi segala tempat untuk menilik sebab kejadian tersebut. Apabila kamu berhasil menemukan biang kerok segala macam permasalahan, kepala sekolah akan menghadiahimu sesuatu.

Namun yang membedakannya dengan AC, kamu dapat berkencan dengan teman sekelasmu. Berjuang agar menjadi murid di kelas, dan bahkan mengumpulkan bermacam-macam ikan/serangga langka yang dapat kamu masukkan ke perpustakaan kota. Disebutkan ada lebih dari 100 murid yang akan terus-terusan berpindah, dan sekolahmu sendiri hanya dapat mengajar 12 murid. Seiring berjalannya waktu, murid lain akan berpindah dan murid baru akan masuk.

Selain itu juga, karaktermu dapat berubah menjadi Wizard dengan memutar arah gerakan karakter searah jarum jam, dan dalam kondisi tersebut, kamu dapat menggunakan sihir dari mantra-mantra khusus yang kamu pelajari di sekolah nantinya.

Grafik yang persis dengan Animal Crossing, namun lebih halus sedikit. Musik sendiri, pada awalnya terkesan biasa-biasa saja dan membosankan, namun kamu bisa membeli Radio dan CD di toko, dan bahkan kalau iseng, kamu bisa saja minum-minum di bar bersama temanmu sambil mendengarkan musik pilihanmu sendiri.

Ada juga fitur Wi-Fi yang membuat kita bisa memasukkan kode teman di NDS, dan saling menukar item, masuk ke kota teman, atau bahkan menukar teman ke sekolah kita. Sangat menarik!

Game ini secara keseluruhan, sangat boleh dicoba dan dimainkan di saat kamu jenuh memainkan game lain di NDSmu. Sistem waktu yang real dengan dunia kita, membuat setiap hari di game ini terasa berbeda. Walau mendompleng kepopuleran system di AC, namun game ini bisa jadi membuatmu ketagihan, karena kamu bisa mengumpulkan uang, mencari sahabat, bahkan mengikuti event-event khusus pada tanggal tertentu setiap harinya.

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Selasa, 03 Februari 2009

Game - My World, My Way


RESENSI
NDS

MY WORLD, MY WAY


Console : NDS
Genre : RPG
Developer : Global-A Entertainment
Publisher : Atlus
ESRB : E
Release Date : 12 Juni 2008 [JAP], 3 Februari 2009 [US]

Game ini dirilis di Jepang dengan nama Sekai de Atashi wa Mawatteru (terjemahan bebasnya, The World Revolves Around Me), hanya saja untuk tidak membingungkan gamer dengan game buatan Square Enix berjudul The Worlds End With You, judulnya diganti menjadi My World My Way. Game ini juga sekuel tidak langsung dari game atlus lainnya yang berjudul Master of Monster Lair karena munculnya cameo dari game itu, dungeon digger Kate dan Owen.

Menceritakan tentang Elise, seorang putri sangat manja dari sebuah kerajaan besar. Menginjak usianya yang 15, ia menyadari bahwa ia belum memiliki seorang pacar, akhirnya ia mengadakan sebuah pesta besar yang didatangi cowok-cowok ganteng. Di pesta itu, ia bertemu dengan seorang petualang dan Elise ingin menjadikan ia pacar, namun cowok petualang tersebut malah menyindirnya karena ia tak suka dengan cewek manja. Elise yang marah pun langsung memotong rambutnya keesokan hari dan menjadi petualang. Disini, ia diawasi oleh Nero the Warrior yang bertugas untuk membuat Elise kesusahan dengan petualangan dan quest yang ia hadapi agar Elise menyerah dan kembali ke rumah. Namun mendekati akhir, bisakah Elise menjadi true adventurer seperti yang ia idam-idamkan dan menjadikan cowok idamannya itu pacar? Mainkan sendiri gamenya.

Gameplay My World, My Way cukup berbeda dengan RPG standar pada umumnya. Kita menggerakkan Elise tidak secara langsung, hanya memindahkan ia ke spot-spot yang kita inginkan dengan D-Pad, seperti saat mau ke kota, atau mau ke terrain lainnya. Saat masuk ke kota yang baru, biasanya aka nada mayor / pemimpin dari kota tersebut yang akan memberikan Elise quest yang harus ia selesaikan, seperti mengumpulkan item atau membantai sejumlah monster. Dan tentu saja, semakin jauh kota yang kita lewati, semakin banyak pula quest yang diberikan. Ada sistem yang disebut dengan Pout (merengut), saat ingin mengubah keadaan terrain (lingkungan) yang ada, Elise tinggal melakukan Pout. Jika ingin menambah level monster atau memperbesar kemungkinan drop item, Pout juga bisa dilakukan. Quest tidak selesai-selesai? Kamu juga bisa melakukan pout terakhir (yang tentu saja butuh PP atau Pout Points yang sangat banyak). Dungeon dalam game ini sama persis dengan Master of Monster Lair, hanya saja bedanya, kalau di game sebelumnya kita harus menggali dahulu, disini sudah tersedia dan Elise hanya tinggal melakukan battle dan mengumpulkan item disana. Selain quest utama yang disediakan oleh mayor kota, juga ada sub-quest seperti mencari item tertentu yang diberikan oleh penduduk kota. Seiring jalannya permainan, Elise akan bertemu dengan Pinky, Slime berwarna pink yang akan membantumu dalam pertarungan. Pinky tidak memiliki system level up seperti yang dimiliki Elise, ia hanya akan melakukan mimic dengan monster yang dilawan, misal juga Elise dan Pinky melawan monster yang HPnya lebih besar daripada Pinky, ada kemungkinan Pinky akan bisa meningkatkan HP setelah battle berakhir.

Battle system dalam game ini sedikit mirip dengan Dragon Quest lama, dimana karakter Elise maupun Slime tidak akan terlihat, hanya nampak sprite monster yang terus menyerang. Pada waktu awal pertarungan, Elise akan melakukan Pout, ia bisa memilih untuk menyerang terlebih dahulu, mengusir musuh, atau juga bisa membiarkan musuh menyerangnya dahulu. Untuk meningkatkan status Elise, ada 2 cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan meningkatkan level Elise atau makan di Inn (bayar tentunya).

Musik dalam game ini sangat jenaka, sedikit mengingatkan pada game Rhapsody A Musical Adventure, dan sangat enak didengarkan. Walau sayang, tidak ada voice acting sepanjang permainan. Overall, game ini sangat menarik, walau quest yang diberikan kadang memakan waktu cukup panjang dan menjengkelkan, namun sedikit banyak ada Pout System yang membantu. Well, this is My World, My Way, kendalikanlah duniamu sepuasnya!

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Kamis, 20 November 2008

Game - Prinny : Ore Ga Shujinko de Iinsuka?


Resensi PSP


Prinny : Ore ga Shujinko de Iinsuka?


Kali ini maskot Disgaea menjadi tokoh utama


Publisher : Nippon Ichi Software
Developer : Nippon Ichi Software
Genre : Platform
Rating : Semua umur
Release Date : 20 November 2008

Judul game ini kalau diterjemahkan secara resmi berarti, “Prinny : Can I Really be the Hero?” yang juga digunakan sebagai judul game yang akan dirilis versi USnya 17 Februari 2009 nantinya.

Tokoh utama dalam game ini adalah Prinny, penguin kecil bersayap berwarna ungu yang menjadi mascot tidak resmi serial Disgaea. Dalam game ini, kita mengendalikan Prinny-Prinny yang tidak beruntung, sebab mereka diharuskan berpetualang untuk mengembalikan switch-switch yang tidak sengaja mereka tekan dan membuat master mereka, Etna, marah besar ^^;

Gameplay dalam game ini bukan tactics lagi, melainkan platforming seperti Mario dimana player akan mengendalikan Prinny-Prinny tersebut bergerak ke arah kanan (bisa juga keatas), menggunakan pedang untuk menghabisi musuh. Bahkan Prinny juga bisa melompat dan menggunakan special attack dengan damage double. Kamu juga bisa membuat musuhmu pingsan dengan melompati kepalanya dengan keras untuk membuatnya pingsan dan menghajarnya, cara ini juga menambah gauge combo, dimana gauge combo tersebut kalau full akan memberikan extra lives ataupun item yang menaikkan skor permainan.

Jangan meremehkan game ini, walau sepertinya mudah tapi banyak faktor yang menjadikan game ini sangat sulit. Walau sejak awal permainan kita diberikan 1000 Prinny, tapi tingkat kesulitan yang super tinggi, terutama waktu melawan bos setelah menyelesaikan tiap level. Apalagi ditambah keseimbangan Prinny waktu melompat sangat tidak stabil, sehingga dikit-dikit pasti jatuh kalau belum terbiasa. Kamu juga harus super sabar apabila ingin mendapatkan skill Prinny Raid yang menyerang musuh gila-gilaan, sebab kamu harus menghabiskan 1000 nyawa tersebut ^^;

Musik dalam game ini masih setia dikerjakan oleh Tenpei Sato yang juga menangani serial Disgaea sebelumnya, sehingga nuansa Disgaea sangat terasa kental di game ini.

Oh ya, Prinny dalam game ini, bukanlah Laharl walau ia menggunakan selendang yang sama (lihat bad ending Disgaea pertama). Tapi… mainkan sendiri game ini deh ^^;

(Hatta Matsuda - kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Selasa, 18 November 2008

Game - Luminous Arc 2



Resensi NDS
Luminous Arc 2

Tidak Kalah Lucunya dengan Seri Pertama

Publisher : Atlus
Developer : Imageepoch
Genre : Tactics RPG
Rating : Remaja
Release Date : 18 November 2008

Game ini sebelumnya sudah dirilis untuk publik Jepang 15 Mei lalu, namun baru akhir November ini dirilis versi USnya. Menjadikan Luminous Arc 2 menjadi salah satu game wajib pengisi liburan natal ini.

Setting game ini dilaksanakan tepat setelah event di Luminous Arc pertama berakhir. Tokoh utama kali ini bernama Roland, seorang Prajurit ‘dalam pelatihan’ yang secara tidak sengaja menggunakan Runic Device pada waktu pertarungan menghadapi Golem di sebuah laboratorium milik kerajaan, dan alat tersebut terpasang di tangannya. Sehingga Sang Ratu memerintahkan Roland untuk menjadi Rune Knight, demi mengakhiri perang tak berkesudahan antara para Witches dan Frost Witch, Fatima.

Game ini tidak beda jauh dengan seri terdahulu dimana setiap battle dinamakan dengan ‘Chapter’, jadi jangan heran kalau game ini terasa cepat. Sistem Intermission yang mengijinkan karakter utama untuk berbicara dengan karakter lain setelah battle demi meningkatkan status persahabatan juga masih ada. Sistem battle disini nyaris tidak ada beda dengan tactics biasa, hanya saja penggunaan item yang terbatas tiap karakternya, menjadi salah satu hal yang menjadikan game ini cukup susah. Skenario dari game ini tidak kalah lucunya dengan seri pertama, dijamin kalian akan tertawa terbahak-bahak saat melihat Roland yang nekad maju melawan Fatima padahal ia baru saja mendapatkan gelar Rune Knight secara tidak sengaja ^^;

Grafis game ini mungkin tergolong standar lah, tidak terlalu ada peningkatan dibanding seri sebelumnya. Namun, artnya sangat bagus, sesuai dengan setting dunianya.

Dari segi musik, sepertinya tidak ada yang patut dikatakan buruk. Versi US game ini menyajikan opening yang masih dibawakan oleh Kana yang berjudul ‘Unlimited World’ dan BGM dalam game ini masih dikomposisi oleh Akari Kaida, Yoshino Aoki, Shunsuke Tsuchiya, dan Yoko Shimomura. Jangan heran kalau memainkan game ini, serasa memainkan Kingdom Hearts versi lain! Apalagi untuk soundtracknya, dimastering langsung oleh Yasunori Mitsuda yang menjadikan musik dalam game ini lebih hidup dan indah.
Apabila membeli game originalnya, akan mendapatkan bonus music CD. Selain itu, untuk yang pre-order game ini di beberapa toko tertentu di US, akan mendapatkan artbook bernama ‘Luminous Art’ yang berisikan art dari kedua game tersebut.

(Hatta Matsuda - kisaragi_chan2002@yahoo.com).

Sabtu, 01 November 2008

Game - Avalon Code



Resensi NDS

AVALON CODE

Ubah Dunia dengan Book of Prophecy!

Console :
NDS
Genre :
Action RPG
Developer :
Matrix Software
Publisher :
XSEED Games
ESRB :
E
Release Date :
1 November 2008 [JAP], 10 Maret 2009 [US]

Avalon Code adalah game yang dikembangkan oleh Matrix Software (remake FFIII dan FFIV DS), Game ini memiliki 2 karakter berbeda, diantaranya adalah Ymir dan Tia yang bisa kita pilih pada awal permainan, dan setiap karakter juga memiliki jalan cerita yang cukup berbeda tergantung pada opsi-opsi yang kita pilih sepanjang permainan.

Game ini menceritakan tentang tokoh utama yang pada waktu ia terbangun dari tidurnya, ia mendapati sebuah buku bernama ‘Book of Prophecy’ yang dibawa oleh salah satu elemental spirit bernama Renpo of Fire (pada nantinya si pahlawan akan bertemu dengan 3 elemental spirit lainnya yang bernama Neaki of Ice, Mieri of Forest dan Ur of Lighting). Para elemental spirit ini terikat pada ‘Book of Prophecy tersebut’ sehingga rantai yang mengikat mereka membuat mereka tak dapat melakukan sesuatu pada bagian yang diikat (seperti misalnya Neaki yang terikat pada lehernya tidak dapat berbicara) dan hal ini cukup mempengaruhi jalan cerita. Si Pahlawan harus menggunakan ‘Book of Prophecy’ yang menjadi fokus utama cerita ini untuk mengubah dunia. Buku ini juga dapat dipakai untuk melihat status monster, item dan karakter lain dan tentu saja mempelajari dunia yang harus diubah tersebut. Seperti ada event saat teman tokoh utama, Fanna yang sedang sakit, dilihatkan dalam buku tersebut dengan gambar tengkorak, apabila pemain menyentuhnya dengan icon potion, maka penyakitnya akan hilang dan lagi-lagi mempengaruhi jalan cerita. Bahkan musuh juga bisa diubah karakteristik defensenya dengan men’scan’ menggunakan buku tersebut.

Grafis dalam game ini bisa dibilang cukup mirip dengan FFIII/FFIV DS, namun sedikit lebih kasar. Dan sistem dalam game ini seperti dijelaskan di atas, bahwa buku yang diletakkan di layar bawah cukup berperan penting. Pemain bisa mengambil senjata dari buku tersebut dan menggunakannya untuk menyerang musuh salah satu contohnya. Layar atas berperan sebagai layar utama, dan Touch Screen berperan untuk mengendalikan ‘Book of Prophecy’ tersebut.

Musik dalam game ini ditangani oleh Minako Adachi (Yggdra Union, Riviera) dan Opening Songnya berjudul Deep Forest yang dinyanyikan oleh Yazumi Kana.

(Hatta Matsuda – kisaragi_chan2002@yahoo.com)

Jumat, 31 Oktober 2008

Game - Master of the Monster Lair


Resensi NDS


Master of the Monster Lair


Gali Dungeonmu dan Pancing Monstermu!

Publisher : Atlus Co.
Developer : Global A
Genre : RPG
Rating : Semua Umur
Release Date : 31 Oktober 2008

Game ini menceritakan tentang desa South Arc yang tenang, namun pada suatu hari muncullah monster di sekeliling desa tersebut, sehingga cukup banyak korban yang muncul. Pemimpin desa tersebut telah meminta kepada Raja untuk menangani kasus tersebut, namun ternyata kerajaan juga mengalami masalah yang sama. Karakter Utama yang bernama Owen, baru saja berumur 17, dan ia berniat mencari kerja karena tidak memiliki orang tua. Saat itu, ia menemukan Sekop Ajaib yang berguna untuk menggali Dungeon. Pimpinan Desa tersebut mengetahui tentang ajaibnya sekop tersebut dan menyuruh Owen untuk menjadi Dungeon Maker dan memancing monster-monster di sekitarnya untuk masuk ke gua yang ia gali.

Gameplay yang disuguhkan oleh game ini cukup menyenangkan, dimana player hanya memasuki gua, menggali dungeon hingga luas (tentu saja ada batasan setiap harinya, dan apabila batas galian atau disebut MP Sekop tersebut itu habis, maka Owen harus kembali ke rumah untuk beristirahat). Owen juga bisa membeli Furniture di sebuah toko di desa tersebut untuk membangun Room di dungeon, supaya monster-monster betah tinggal disana. Semakin luas dungeon yang kita buat, semakin banyak pula jenis monster yang datang dan tinggal. Tidak hanya itu juga, Owen juga bisa bertarung melawan musuh dan mendapatkan uang dan item dari mereka. Namun, kita harus pintar mengatur dungeon yang akan kita gali, supaya monster yang bisa tinggal dan room yang bisa kita buat juga semakin banyak. Quest dalam game ini juga beragam, mulai dari mencari crowbat untuk Mayor, hingga menangkap monster aneh juga ada.

Musik dalam game ini menurut saya sangat enak didengarkan, nada-nada yang mendukung setiap area, dan bahkan di dungeon kita bisa memilih BGM sendiri supaya semakin semangat dalam menggali dungeon tersebut ^^v Grafisnya cukup standar, namun tidak mengurangi keasikan bermain. Overall, game ini cukup layak untuk dicoba dan dimainkan!

(Hatta Matsuda - kisaragi_chan2002@yahoo.com)

rVn-Musikindo

Japanese CD for sale : http://rvn-musikindo.blogspot.com rVn-Musikindo official site : http://rvn-musikindo.web.id